<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35536397</id><updated>2011-04-22T02:48:52.976+07:00</updated><title type='text'>Keluarga Besar H.Ghasim</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hajighasim.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajighasim.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>H. Ghasim Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01194784502944736936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35536397.post-116053848528122521</id><published>2006-10-11T10:45:00.000+07:00</published><updated>2006-10-11T10:48:05.286+07:00</updated><title type='text'>Punahnya Gaharu</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Gaharu Langka Tapi Diminati&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Selain menimpa satwa, nasib tragis juga telah menimpa jenis-jenis tumbuhan, khususnya kayu gaharu. Kayu gaharu yang mendapat julukan "emas beraroma dari hutan" kini tinggal menunggu waktu menuju kepunahan.&lt;br /&gt;Mengapa hal ini terjadi? Penyebab tak lain adalah karena pengaruh penetrasi ekonomi pasar yang merasuk kawasan pedesaan hutan. Tidak dapat dimungkiri lagi bahwa dalam dasawarsa terakhir ini, penetrasi ekonomi pasar sulit dibendung kian merasuk pada sistem ekonomi penduduk pedesaan hutan.&lt;br /&gt;Gubal gaharu telah laku dijual hingga jutaan rupiah per kilogram, terutama dari kualitas prima. Akibatnya, gaharu yang biasa tumbuh di kawasan hutan-hutan primer itu dicari banyak orang untuk diperdagangkan.&lt;br /&gt;Konsekuensi lebih jauh, kini gaharu di kawasan hutan Kecamatan Pujungan kian sulit didapatkan dan nyaris punah.&lt;br /&gt;GAHARU merupakan produk hutan yang sangat unik dibentuk dari resin kayu genus Aquilaria. Di Indonesia telah tercatat ada enam jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan gaharu, yaitu A beccariana, A cumingiana, A filaria, A hirta, A malaccensis, dan A microcarpa.&lt;br /&gt;Penyebaran jenis-jenis tumbuhan tersebut cukup bervariasi, seperti ditemukan mulai dari kawasan hutan primer hujan dataran rendah hingga kawasan hutan primer dataran tinggi, di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan Papua.&lt;br /&gt;Namun, dari enam jenis kayu gaharu tersebut, hanya dua jenis yang utama menghasilkan gubal gaharu, yaitu A malaccensis dan A beccariana.&lt;br /&gt;Selain itu, dari banyak pohon-pohon gaharu yang tumbuh di hutan primer, tidak semuanya memiliki gubal gaharu. Demikian pula dari satu pohon gaharu, hanya pada bagian batang atau cabang tertentu yang mengandung gubal gaharu.&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Hal ini tidak lain karena individu pohon Aquilaria yang menghasilkan gubal gaharu, terutama yang terinfeksi parasit. Pohon-pohon dan cabang gaharu yang terkena infeksi parasit berupa jamur biasanya mengeluarkan resin.&lt;br /&gt;Resin-resin yang harum ini biasanya terus mengeras dan berwarna hitam. Jadi, pohon-pohon gaharu yang tidak terinfeksi parasit berupa jamur tidak bakal menghasilkan gubal gaharu yang sangat wangi dan terkenal ke mancanegara.&lt;br /&gt;Berdasarkan pembentukan gubal gaharu, kualitas gaharu dapat dibedakan menjadi beberapa kelas, yaitu kelas super, kelas teri, kelas I, kelas II, kelas III, dan kelas IV.&lt;br /&gt;Harga jual pun bervariasi, tergantung kualitas gubal gaharu tersebut. Misalnya, kualitas gaharu yang paling baik dapat laku dijual 4-5 juta per kg. Sedangkan kualitas paling rendah, harga jualnya antara Rp 100.000- Rp 250.000 per kg.&lt;br /&gt;Karena harga jual gaharu yang mahal tersebut, tidaklah heran jika gaharu banyak diburu orang, baik oleh penduduk lokal maupun penduduk luar, bahkan dari luar Pulau Kalimantan, seperti orang-orang dari Pulau Jawa.&lt;br /&gt;Perdagangan gubal gaharu pun bukan saja untuk perdagangan di dalam negeri, tetapi paling menonjol juga untuk diekspor ke luar negeri. Misalnya, diekspor ke China dan India untuk diperdagangkan sebagai bahan obat-obatan. Pun diekspor ke Jepang untuk bahan dupa dan parfum.&lt;br /&gt;Kayu gaharu sesungguhnya sejak tahun 1995 telah ditetapkan masuk Appendix II CITES (Convention on the International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). Hal ini artinya bahwa gaharu pada tahun 1990-an tidak terancam punah, namun memiliki kemungkinan terancam punah jika perdagangannya tidak teratur. Komoditas gaharu hanya boleh diperdagangkan kalau ada izin dari pihak authority.&lt;br /&gt;Kendati telah dimasukkan dalam Appendix II CITES, gaharu telah menjadi sebuah fenomena umum bahwa sumber daya alam milik bersama atau tidak ada pemiliknya yang mempunyai nilai ekonomis sangat tinggi biasa dieksploitasi banyak orang secara bebas dengan mengabaikan sistem keberlanjutannya.&lt;br /&gt;Perdagangan gaharu yang seharusnya masuk kualifikasi harus mendapat pengaturan dan izin dari authority. Namun, dalam dasawarsa terakhir ini tidak pernah ada yang menghiraukannya. Terlebih lagi eksploitasi gubal gaharu kian semarak dilakukan oleh orang-orang luar pedesaan hutan.&lt;br /&gt;Mereka biasanya secara berkelompok menjelajahi berbagai kawasan hutan mencari gubal gaharu. Perilaku orang-orang luar tersebut dalam mengeksploitasi gubal gaharu sangat berbeda dengan perilaku penduduk lokal yang bermukim di pedesaan hutan.&lt;br /&gt;Penduduk lokal biasanya menebang kayu-kayu gaharu secara selektif yang dilakukan hanya pada pohon-pohon gaharu yang memiliki gubal gaharu. Hal ini karena mereka mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang pohon-pohon gaharu yang memiliki gubal gaharu di kawasan hutan primer.&lt;br /&gt;Sedangkan penduduk luar pedesaan hutan biasanya mencari gubal gaharu pada umumnya dengan cara menebang semua pohon-pohon gaharu tua yang ditemukannya di hutan primer. Padahal, tidak semua pohon-pohon gaharu tersebut memiliki gubal gaharu. Akibatnya, pohon-pohon gaharu tua makin berkurang, sedangkan untuk regenerasinya butuh waktu yang sangat lama.&lt;br /&gt;Selain itu, yang sangat disayangkan bahwa semaraknya perdagangan gaharu itu nyatanya kurang dirasakan keuntungan yang memadai bagi masyarakat lokal pedesaan hutan. Hal ini karena berbagai faktor, antara lain lemahnya penduduk desa- desa hutan terhadap akses pasar. Jadi, hanya para bandar dan orang-orang luar yang dapat mengecap hasil gaharu dibandingkan dengan penduduk lokal yang senantiasa ikut mengelola hutan, di tempat tumbuhnya pohon-pohon gaharu tersebut.&lt;br /&gt;Sementara sebagian penduduk setempat, yang terlibat ikut berpartisipasi dalam eksploitasi gaharu menjelajah masuk kawasan hutan primer, biasanya hanya mendapat keuntungan hasil yang tidak seimbang dengan keuntungan yang diraup para tengkulak (toke).&lt;br /&gt;Bahkan, tidak sedikit penduduk lokal yang ikut mencari gaharu ke hutan-hutan primer berminggu-minggu atau lebih bukannya mendapat untung. Tetapi, mereka dililit utang yang berkepanjangan. Karena, penduduk lokal yang ikut terlibat mencari gaharu dari hutan primer bukannya mendapat keuntungan dari menjual gaharu.&lt;br /&gt;Namun, kerap kali mereka mendapat kerugian. Karena, hasil gaharu yang didapatnya hanya sedikit bahkan nihil sama sekali, sedangkan uang pinjaman uang dari para bandar terus menumpuk.&lt;br /&gt;BERDASARKAN kasus eksploitasi gaharu yang intensif oleh banyak orang, tampaknya upaya penyelamatan gaharu dengan hanya mencantumkan komoditas hutan tersebut dalam Appendix II tidaklah memadai. Mengingat di era ekonomi pasar bebas global dewasa ini, setiap pencari gaharu telah berpikir sangat rasional, yaitu mereka semua berpikiran yang hampir serupa, buat apa melindungi gaharu-gaharu di hutan primer untuk cadangan hari depan.&lt;br /&gt;Apabila tidak ada jaminan bahwa gaharu-gaharu yang tidak diambilnya hari ini olehnya, esok lusa gaharu-gaharu tersebut tidak diambil oleh orang-orang lain. Makanya, semua orang berkeinginan mengambil gaharu sebanyak mungkin tanpa memikirkan konservasinya.&lt;br /&gt;Konsekuensinya, gaharu berupa sumber daya hutan primer milik bersama telah mengalami tragedi menuju kepunahan.&lt;br /&gt;Sejalan dengan teori Hardin (1968), yang mengemukakan bahwa sumber daya alam milik bersama atau tidak ada pemiliknya sangat rawan terhadap bencana kerusakan. Hal ini karena tidak ada seorang pun yang merasa ingin mengonservasi demi pemanfaatannya secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;Karena itu, upaya nyata dari semua pemangku kepentingan (stake holders) secara partisipatif dan kolaborasi sungguh dibutuhkan untuk menyelamatkan "emas beraroma dari hutan", gaharu, yang terkenal dalam perdagangan domestik maupun mancanegara.&lt;br /&gt;Johan Iskandar Dosen Biologi FMIPA dan Peneliti pada PPSDAL-Lemlit Universitas Padjadjaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35536397-116053848528122521?l=hajighasim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajighasim.blogspot.com/feeds/116053848528122521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35536397&amp;postID=116053848528122521&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default/116053848528122521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default/116053848528122521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajighasim.blogspot.com/2006/10/punahnya-gaharu.html' title='Punahnya Gaharu'/><author><name>H. Ghasim Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01194784502944736936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35536397.post-116053811325000669</id><published>2006-10-11T10:32:00.000+07:00</published><updated>2006-10-11T10:41:53.260+07:00</updated><title type='text'>kayu Gaharu</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Makin Marak, Perburuan Kayu Gaharu di PapuaJayapura&lt;/strong&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kompas &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kasus pencurian dan perburuan kayu gaharu di Papua makin marak. Tidak hanya melibatkan warga sipil dari luar Papua tetapi juga oknum aparat keamanan yang bertugas di daerah pedalaman. &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2563/3956/1600/bintang.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 164px; CURSOR: hand; HEIGHT: 114px" height="151" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2563/3956/200/bintang.jpg" width="227" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) Tom Beanal dan Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Kantor Wilayah Kehutanan Papua, Ir Herman Prayitno secara terpisah di Jayapura, Rabu (29/3). Menurut mereka, sampai sekarang tidak ada pihak yang memberi perhatian mencegah kasus pencurian dan perburuan kayu gaharu di Papua.&lt;br /&gt;Fungsi kayu gaharu untuk pengharum ruangan, bahan pengawet, mandi uap, kosmetik, wangi-wangian, dan sembahyangan Cina. Semua bagian dari kayu ini dapat dimanfaatkan seperti akar, batang, daun, dan bunga.&lt;br /&gt;Menurut Ir Herman Prayitno, perburuan itu semakin ramai sejak lima tahun terakhir. Para pemburu kayu biasanya dalam bentuk kelompok, dan memiliki jaringan penjualan sampai ke Timur Tengah. Kota-kota/negara singgahan yakni Jakarta, Singapura, Malaysia, dan New Zealand.&lt;br /&gt;Di Indonesia penghasil gaharu di Kalimantan, Sumatera dan Papua. Semua daerah kabupaten di Papua memiliki potensi kayu gaharu, dengan tingkat kualitas berbeda-beda. Kualitas tertinggi terdapat di Wamena, Timika, Sorong, Manokwari, dan Fakfak. Sedangkan kualitas rendah terdapat di Merauke, walau di Merauke merupakan populasi gaharu terbesar di Papua.&lt;br /&gt;"Informasi yang kami terima dari pedagang, harga gaharu di luar negeri sampai puluhan juta rupiah per kilogram. Tetapi soal harga tergantung pada kualitas gaharu. Harga beli di tangan para petani atau penduduk setempat sekitar Rp 5.000 - Rp 100.000/kg," kata Herman.&lt;br /&gt;Dikatakan, meski belum ada undang-undang atau peraturan mengenai perlindungan kayu jenis ini, paling tidak pemburu kayu harus memiliki surat izin. Pemda perlu mengeluarkan aturan sehingga kayu itu dapat dilindungi, atau setidak-tidaknya jual beli gaharu dapat memberi keuntungan bagi masyarakat setempat.&lt;br /&gt;Perusahaan yang bergiat di bidang perburuan dan penjualan gaharu tiap bulan mencarter helikopter untuk masuk ke lokasi pedesaan di Paniai dan sekitarnya. (kor) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35536397-116053811325000669?l=hajighasim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajighasim.blogspot.com/feeds/116053811325000669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35536397&amp;postID=116053811325000669&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default/116053811325000669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default/116053811325000669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajighasim.blogspot.com/2006/10/kayu-gaharu.html' title='kayu Gaharu'/><author><name>H. Ghasim Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01194784502944736936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35536397.post-116011948994168638</id><published>2006-10-06T14:10:00.000+07:00</published><updated>2006-10-06T14:30:53.033+07:00</updated><title type='text'>Memohon</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2563/3956/1600/Sunset.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 279px; CURSOR: hand; HEIGHT: 127px; TEXT-ALIGN: center" height="150" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2563/3956/200/Sunset.jpg" width="376" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;TUHAN&lt;/font&gt;...&lt;font color="#33ff33"&gt;TEMPAT&lt;/font&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;AKU&lt;/font&gt; &lt;font color="#ff6600"&gt;MENGADU&lt;/font&gt;....&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;font face="trebuchet ms" color="#cc33cc"&gt;Kata "Allah" atau Tuhan sering diucapkan dalam peristiwa hidup sehari-hari, manakala orang sedang sedih, kecewa luar biasa, kesusahan, kehilangan, kegembiraan besar, atau juga penderitaan yang berat. Tentu saja, pengucapkan itu tidak salah! Bukankah kita umat beragama memang "menyembah Allah" dan hidup beriman dan berbakti kepada-Nya? Pertanyaan itu bisa dilanjutkan, "Allah yang seperti apa yang kita sembah?" Apakah yang kita sembah itu Allah yang suka menghukum sehingga kita merasa takut? Apakah Allah yang suka dipuja-puji sehingga orang harus berdoa pujian yang panjang dan berbunga-bunga? Atau Allah yang seperti pedagang, sehingga selalu ada "take and give"-nya? Atau apakah Allah yang kita sembah itu seperti Allah yang tidak peduli pada manusia, sehingga kita malahan menganggap-Nya "tidak ada" atau tidak relevan dengan hidup kita? Jawabannya, Bukan! Lalu Allah yang seperti apa yang kita sembah??Allah memang misteri bagi manusia. Ia "pribadi" Yang Maha Besar maka sulit kita tangkap secara mentah-mentah. Ibarat menatap Matahari, begitu kuatnya maka mata menjadi silau dan terasa gelaplah diri manusia. Oleh karena itu, manusia sering "tidak pas" menangkap-Nya. "Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal. Kami menyembah apa yang kami kenal. bertanya, "benar atau tidak" dengan akal sehat sambil mendengarkan suara hati kita, niscaya kita akan dibimbing menuju kebenaran dan menemukan Allah dalam hidup kita.Semoga dengan belajar dengan mencoba terus membangun dan melatih diri menjadi manusia yang menyembah Allah dalam Roh dan kebenaran, sehingga dalam hidup kita di dunia yang tidak sempurna ini pun kita menemukan kedamaian hati dan kebahagiaan karena Allah terasa begitu dekat dengan kita, bagi yang percaya dan meyakininya.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35536397-116011948994168638?l=hajighasim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajighasim.blogspot.com/feeds/116011948994168638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35536397&amp;postID=116011948994168638&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default/116011948994168638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default/116011948994168638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajighasim.blogspot.com/2006/10/memohon.html' title='Memohon'/><author><name>H. Ghasim Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01194784502944736936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35536397.post-116011794872075240</id><published>2006-10-06T13:52:00.000+07:00</published><updated>2006-10-06T14:38:50.456+07:00</updated><title type='text'>Sendiri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;DUNIA&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;TANPA&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;NAMA&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 352px; CURSOR: hand; HEIGHT: 122px; TEXT-ALIGN: center" height="107" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2563/3956/320/coba.jpg" width="369" border="0" /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;Ini adalah suatu perjalanan ajaib yang aku alami, ada saja kadang kejadian yang membuat aku mengatakan ajaib atau tidak pernah di duga dan membuatku mengerutlan kening dan berkata "fenomena apa ini ?"Dalam duniaku, mimpi itu biasanya mejadi kenyataan.Sering saya menginginkan sesuatu dan ketika saya mengucapkan dalam hati,akan muncul keadaan seperti yang ku inginkan.Ketika saya mnenyelam ke bawah laut, Mungkin disinilah, di bawah laut ini tempat saya mengaji dan mengkaji membaca segala ciptaanNya untuk lebih dekat mengenalNya, tanpa harus lagi berucap seribu kata Tuhan biarlah detak jantungku yg menyebut asmaNya.Kejadian ajaib terakhir adalah ketika teman menawarkan saya membuat liputan wafatnya seorang mantan Dubes Canada yang dulunya sangat aktif sebagai politisi "Ekky Syachruddin". Entah kenapa saya pun pernah berhayal andaikan saya bisa membuat cerita tentangnya, karena dua bulan yang lalu saya sempat mewawancarinya, pendapat beliau tentang Cak Nur. Komentar-komentar yang penuh semangat nampak kecerdasan yang terlontar dari bahasanya meskipun diakhiri dengan kesedihan air mata ketika ditanyakan "kalimat apa yang hendak anda ucapkan untuk Cak Nur yang sedang terbaring di rumah sakit", tanya saya. Kisah waktu bercerita lain nampaknya takdir menjemputnya lebih dulu.Pagi hari jam 5 pagi, Rabu 29 Juni, Joko teman kuliahku yang juga ponakan dari almarhum menelponku, Minta tolong untuk membuat cerita tentang acara wafatnya Almarhum. Kehadiran para petinggi negara, mantan wakil presiden, menteri, wakil rakyat,aktivis mahasiswa,politisi,jurnalis, tukang ikan, supir pribadi sampai anak dan istrinya saya wawancarai. "Bagaimana pendapat mereka tentang sosok Ekky Syachruddin. Rasa syukur dan bangga bisa berbuat sesuatu menjadi nilai tersendri buat kisah waktu hidup saya.Bukankah hidup ini begitu Indah untuk dinikmati ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35536397-116011794872075240?l=hajighasim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajighasim.blogspot.com/feeds/116011794872075240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35536397&amp;postID=116011794872075240&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default/116011794872075240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default/116011794872075240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajighasim.blogspot.com/2006/10/sendiri.html' title='Sendiri'/><author><name>H. Ghasim Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01194784502944736936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35536397.post-116011732687309691</id><published>2006-10-06T13:39:00.000+07:00</published><updated>2006-10-06T13:48:46.873+07:00</updated><title type='text'>Testing doang</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt; &lt;span style="font-family:georgia;font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Testingan Gue&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Tak bosan-bosannya orang bijak menuturkan pentingnya anda mengetahui tujuan anda. Tujuan menyemaikan harapan dan semangat untuk mencapainya. Harapan membuahkan keyakinan serta kek&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2563/3956/1600/boldikecapin.0.jpg"&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2563/3956/320/boldikecapin.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;uatan yang luar biasa. Kekuatan menumbuhkan keberanian, ketekunan dan daya tahan. Lihatlah, betapa secarik tujuan akan memberikan anda segalanya. Tujuan bukan hanya agar anda memperoleh apa yang anda inginkan, tujuan mengukir bentuk diri anda. Lebih dari itu, tujuan mengisi hidup dengan makna. Jangan lakukan untuk sia². Nyatakan tujuan anda. Orang² lebih suka bergabung dengan mereka yang memiliki tujuan jelas. Bagaimana anda dapat memimpin orang lain bila anda tak tahu harus kemana dan berbuat apa. Kepemimpinan itu bertujuan. Sedangkan tujuan melahirkan kesetiaan dan kesediaan untuk melakukan sesuatu, bahkan berkorban. Dengan tujuan orang² tahu apa yang disebut kemenangan. Semua orang suka merasakan udara kemenangan. Maka, tanpa tujuan bagaimana anda memulai pertandingan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35536397-116011732687309691?l=hajighasim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajighasim.blogspot.com/feeds/116011732687309691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35536397&amp;postID=116011732687309691&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default/116011732687309691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default/116011732687309691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajighasim.blogspot.com/2006/10/testing-doang.html' title='Testing doang'/><author><name>H. Ghasim Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01194784502944736936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35536397.post-116003244384742647</id><published>2006-10-05T14:10:00.000+07:00</published><updated>2006-10-05T14:14:03.853+07:00</updated><title type='text'>bismillah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;user namenya: KeluargaBesar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Passnya          : Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;sitenya            : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://hajighasim.blogspot.com"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;http://hajighasim.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35536397-116003244384742647?l=hajighasim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hajighasim.blogspot.com/feeds/116003244384742647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35536397&amp;postID=116003244384742647&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default/116003244384742647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35536397/posts/default/116003244384742647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hajighasim.blogspot.com/2006/10/bismillah.html' title='bismillah'/><author><name>H. Ghasim Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01194784502944736936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
